The Lesson from Khadija Story
Khadijah, setelah kutafakuri
Aku memang tak pantas untukmu
Engkau terlampau agung bagiku
Engkau benar-benar memiliki potensi seorang Khadijah*
Padamu berkumpul : kecantikan, kecerdasan, kekayaan, kehanifan dan ketegaran
Sedang aku sangat jauh dari karakteristik Muhammad muda
Sebagai sosok yang layak membimbingmu
Ia yang memiliki keteguhan sikap
Sebagai kekuatan merubah keluarga dan masyarakat
Padanya berkumpul kekuatan, kecerdasan dan kejujuran
Dan aku hanya lelaki pengkhayal
Yang baru saja mencoba belajar meneladani Muhammad
Meski begitu perih kupupuskan harapku padamu
Aku cukup bahagia tlah mengenalmu
Engkau telah memberi pelajaran berharga yang tak akan kulupa :
Untuk mendapatkan Khadijah, Engkau harus menjadi Muhammad....
Aku memang tak pantas untukmu
Engkau terlampau agung bagiku
Engkau benar-benar memiliki potensi seorang Khadijah*
Padamu berkumpul : kecantikan, kecerdasan, kekayaan, kehanifan dan ketegaran
Sedang aku sangat jauh dari karakteristik Muhammad muda
Sebagai sosok yang layak membimbingmu
Ia yang memiliki keteguhan sikap
Sebagai kekuatan merubah keluarga dan masyarakat
Padanya berkumpul kekuatan, kecerdasan dan kejujuran
Dan aku hanya lelaki pengkhayal
Yang baru saja mencoba belajar meneladani Muhammad
Meski begitu perih kupupuskan harapku padamu
Aku cukup bahagia tlah mengenalmu
Engkau telah memberi pelajaran berharga yang tak akan kulupa :
Untuk mendapatkan Khadijah, Engkau harus menjadi Muhammad....
*) Khadijah memiliki pribadi yang luhur dan akhlak yang mulia. Dalam kehidupan sehari-hari senantiasa memelihara kesucian dan martabat dirinya. Ia menjauhi adat istiadat jahiliah pada waktu itu, sehingga oleh penduduk Mekah, ia diberi gelar ”At Thahirah”. Ia memiliki pikiran yang tajam, lapang dada, kuat semangat dan cita-citanya. Ia suka menolong orang-orang lemah dan yang hidup dalam kekurangan. Di samping itu ia adalah wanita yang pandai berbisnis. Perdagangannya sangat maju, sehingga ia terhitung sebagai wanita yang sangat kaya raya di Kota Mekah pada waktu itu.
Demikianlah kebesaran pribadi dan keluhuran budi wanita yang telah ditetapkan oleh Allah menjadi wanita pilihan pendamping Utusan Allah, yang akan memperbaiki akhlak kaumnya dan mengangkat kaumnya dari kegelapan dan kehinaan menuju terang benderang dan kemuliaan.
Demikianlah kebesaran pribadi dan keluhuran budi wanita yang telah ditetapkan oleh Allah menjadi wanita pilihan pendamping Utusan Allah, yang akan memperbaiki akhlak kaumnya dan mengangkat kaumnya dari kegelapan dan kehinaan menuju terang benderang dan kemuliaan.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home